ophiee.com-Parpol-parpol seharusnya menjadikan berbagai hasil survei elektabilitas dan popularitas sebagai "cambukan" untuk lebih motivasi diri dalam bekerja lebih maksimal untuk kepentingan rakyat.Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Tjatur Sapto Edi mengatakan, hasil survei yang dirilis berbagai lembaga survei memacu seluruh jajaran PAN untuk bekerja lebih keras, terutama di beberapa daerah tertentu yang dinilai belum cukup kuat.
"PAN menjadikan hasil survei sebagai salah satu acuan dalam menjalankan respect buildingdengan masyarakat. Tentu ada evaluasi, diskusi, dan solusi berdasarkan hasil survei. Semuanya mengarah bagaimana supaya angka-angka positifnya meningkat. Kami berupaya keras bersilaturahim dengan masyarakat yang multi background. Begitu pula idealnya yang dilakukan parpol lain," ujar Tjatur di Jakarta kemarin.
Menurut dia, daripada mengkritisi hasil survei yang relatif tak jauh berbeda, lebih baik parpol terus mematangkan persiapan internal menghadapi pemilu legislatif dan meningkatkan agenda-agenda kerja demi rakyat.
Ditanya kesiapan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa yang hingga kini belum juga dideklarasikan sebagai capres, Tjatur mengatakan bahwa sebagai kader yang terbaik, Menko Perekonomian itu tentu akan patuh pada ketetapan partai. Artinya, pada saatnya nanti Hatta akan menyatakan kesiapan dalam sebuah deklarasi dan forum tertinggi partai. "Tapi sekarang kan momentumnya bekerja dan bekerja," tegasnya.
Sebelumnya, pada Senin 13 Agustus 2012 lalu, Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto menyatakan bahwa fluktuasi hasil survei tidak jelas. Menurut mantan Panglima ABRI ini, hasil survei internal Hanura menunjukkan partainya justru mendapat dukungan yang jauh lebih tinggi dari masyarakat yakni 11,92%.
Dia mengaku partainya tidak terpengaruh hasil berbagai survei elektabilitas parpol dan tokoh potensial capres. "Yang terpenting bagi kami saat ini adalah kerja nyata untuk rakyat. Hanura terus berjalan sesuai yang sudah kami rencanakan sejak jauh hari," katanya saat itu.
Berdasarkan hasil survei terbaru Jaringan Survei Indonesia (JSI) 17–21 Juli lalu, diprediksi bahwa Hanura tidak lolos ke parlemen karena hanya memperoleh 0,5% suara dari 21 parpol yang diperkirakan menjadi peserta Pemilu 2014.
Menurut JSI, hanya akan ada sembilan parpol yang berpeluang lolos parliamentary threshold 3,5% yaitu Partai Demokrat yang meraih 13,1% suara, Partai Golkar (17,4%), PDIP (13,5%), PAN (6%), Partai NasDem (3,4%), Partai Gerindra (5,6%), PKB (5,4%), PKS (3,2%),dan PPP (2,4%). JSI juga merilis, jika pilpres digelar sekarang, Wiranto hanya berada di posisi 9 dengan 2,5% suara.
Posisi pertama diduduki Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri (15,9%). Posisi kedua hingga delapan berturut-turut Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (12,6%), Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (9,5%), mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (7,2%), Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa (5,9%), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (4,6%), Menteri BUMN Dahlan Iskan (3,3%), dan Wakil Presiden Boediono (2,9%).
Lembaga lainnya, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), yang juga melakukan survei pada Juli 2012, menyebutkan bahwa elektabilitas Hanura berada di posisi 10 dengan 1,5% suara.
Posisi teratas diisi Partai Golkar (18%), posisi kedua PDIP (11,6%), posisi ketiga Partai Demokrat (11,1%), dan posisi keempat hingga sembilan berturut-turut ditempati Gerindra (5,2%), PPP (3%), PKB (2,8%), PKS (2,2%), PAN (2%), dan Partai NasDem (1,6%).
Direktur Eksekutif JSI Widdi Aswindi menyatakan fluktuasi tidak hanya terjadi pada hasil survei di satu lembaga. Dia juga mengatakan bahwa angka hasil survei antara lembaga yang satu dan lainnya tidak terlalu jauh berbeda. Widdi mencontohkan, beberapa bulan terakhir hasil survei semua lembaga survei menunjukkan bahwa elektabilitas Partai Golkar menempati urutan teratas.
"Meskipun angkanya berbeda, itu masih dalam batas margin of error. Di posisi tiga besar selalu Golkar, PDIP, dan Demokrat. Elektabilitas Golkar di hasil survei LSI (Lembaga Survei Indonesia) 19%, lalu CSIS 18%, kalau JSI 17%. Itu kan masih dalam batas kewajaran," ungkapnya.
Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso berpandangan, berdasarkan hasil beberapa survei terbaru, Ical masih memiliki waktu untuk menaikkan elektabilitasnya. "Kami berterima kasih Partai Golkar diketahui masih menjadi pilihan tertinggi masyarakat pemilih. Untuk figur capres, kami meyakini masih ada waktu untuk Ical mudahmudahan berjalan lancar," terangnya.
sumber : sindonews.com
No comments:
Post a Comment
silahkan isi komentar anda yg sopan